Selasa, 13 Mei 2008

BBM naik, Optimisme Pasar Otomotif tetap bagus

Pagi ini, Saya baca Kompas.com dan mendapati berita yang sebenarnya tidak mengherankan, harga minyak mentah dunia terus naik sampai mendekati $126 dollar As per Barrel.. Dan Pengamat memprediksi kenaikan akan terus terjadi bahkan bisa mencapai $200 !! Bayangkan harga BBM kita kalau hal itu sampai terjadi..
Beberapa waktu yang lalu pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan untuk menaikkan BBM menjadi Rp.6000 - Rp.6500 per liter..
Tetapi Kenaikan harga minyak mentah dunia diprediksi tak akan berpengaruh besar terhadap pasar otomotif di Asia Tenggara. Buktinya, Frost & Sullivan, sebuah perusahaan konsultan pertumbuhan dunia, memperkirakan, penjualan mobil pada tahun 2008 akan mencapai 1,87 juta unit atau meningkat 5,8 persen !!!.
Seiring dengan itu, mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV) diperkirakan akan merajai pasar otomotif tahun ini, mengingat biaya kepemilikannya yang relatif rendah, termasuk efisiensi dalam penggunaan bahan bakar. Hal ini diungkapkan Partner and Head Automotive & Transportation Practice Frost & Sullivan Kavan Mukhtyar kemarin.
Lebih lanjut Kavan mengungkapkan, kendaraan besar bermesin diesel juga dikatakannya masih akan diminati. Alasannya, berdasarkan penelitian terakhir, kendaraan jenis ini menghabiskan 1 liter untuk 20 hingga 25 kilometer perjalanan. Sebuah angka yang fantastis untuk konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, untuk memenangkan kompetisi antarprodusen mobil, Kavan memaparkan bahwa pabrikan mobil akan menawarkan model terbaru dengan fasilitas yang berbeda dengan yang sudah ada, di antaranya produsen berlomba menawarkan mobil dengan fitur keselamatan yang lebih canggih, fitur yang elektronis untuk kenyamanan, dan keistimewaan layanan purnajual.
Di ASEAN, dua negara penyumbang angka terbesar untuk pertumbuhan otomotif, yaitu Malaysia dan Indonesia, juga tengah berada dalam situasi yang kondusif. Malaysia menawarkan program bagi rakyatnya untuk mendapatkan mobil baru dengan cara menukarkan mobil lain. Di Indonesia, tingkat penjualan otomotifnya masih akan tinggi karena tuntutan memiliki kendaraan pribadi sangat tinggi akibat layanan transportasi publik yang tidak memadai.
Pada tahun 2007, penjualan mobil di Indonesia 434.499 unit akan menjadi 40.825 unit di tahun 2008. Malaysia, dari 477.000 unit menjadi 512.000 unit (naik 7 persen). Thailand, dari 631.000 unit diprediksi naik 7 persen, menjadi 675.000 unit. Sedangkan Filipina, dari 117.000 unit menjadi 124.000 unit, atau naik sebesar 5,2 persen.
"Indonesia memang memberikan kontribusi terbesar untuk pasar otomotif di tahun 2008. Pertumbuhannya sangat spektakuler. Kenaikan harga minyak dunia, yang akan berimbas pada kenaikan harga BBM tidak akan memberi efek negatif. Angka-angka yang kami paparkan sudah memasukkan faktor itu (kenaikan harga BBM) sebagai salah satu pertimbangan," papar Kavan.
Seandainya tidak ada kenaikan BBM, lanjut dia, pertumbuhan pasar otomotif bisa mencapai 25 persen atau mencapai angka penjualan 530.000-535.000 unit di tahun 2008. "Keyakinan saya, pertumbuhan pasar otomotif Indonesia tetap meningkat meskipun harga BBM naik, karena kami melihat tetap adanya kebutuhan transportasi pribadi karena transportasi umum di Indonesia belum begitu baik," katanya.
Meski demikian, pertumbuhan akan bisa lebih tinggi jika ada penawaran pembayaran yang lebih meringankan, misalnya cicilan kredit yang lebih memungkinkan bagi konsumen di Indonesia.
Kavan juga menjelaskan, faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil di Indonesia adalah tingkat suku bunga yang baik (6 persen) dan adanya tingkat kepercayaan diri yang tinggi di pasar otomotif Indonesia.

Tidak ada komentar: